Memahami ritme detak jantung normal sama pentingnya dengan menjaga pola hidup sehat. Karena dari ritme sederhana ini, banyak kondisi bisa terdeteksi lebih cepat. Mulai dari kelelahan ringan sampai gangguan jantung serius, semuanya bisa terlihat dari pola detaknya.
Banyak orang belum paham bahwa setiap usia punya standar detak jantung berbeda. Anak-anak biasanya berdetak lebih cepat karena metabolisme mereka tinggi, sedangkan orang dewasa cenderung lebih stabil.
Kalau Anda tidak tahu kisarannya, bisa saja salah mengira jantung sedang bermasalah, padahal masih normal.
Ukuran Detak Jantung Normal pada Anak dan Orang Dewasa
Nah, karena banyak yang salah mengira tentang detak jantung, mari bahas lengkap ukuran detak jantung yang normal sesuai dengan usia:
1. Detak Jantung Normal Usia Anak
Detak jantung anak memang cenderung lebih cepat daripada orang dewasa. Ini karena tubuh mereka masih aktif tumbuh, metabolisme juga lebih tinggi.
Misalnya, bayi baru lahir punya detak antara 100 sampai 160 bpm. Lalu, bayi umur 1 sampai 12 bulan ada di kisaran 80 sampai 140 bpm. Saat masuk usia balita, ritmenya sedikit turun jadi 80 sampai 130 bpm.
Anak prasekolah biasanya punya detak 80 sampai 120 bpm, sedangkan usia sekolah dasar lebih rendah, sekitar 70 sampai 110 bpm.
Ketika masuk remaja awal, rata-ratanya berada di angka 60 sampai 105 bpm. Remaja 13 sampai 18 tahun biasanya sudah mirip orang dewasa, yaitu 60 sampai 100 bpm. Jadi, makin bertambah umur, makin kalem juga irama jantungnya.
2. Detak Jantung Normal Usia Dewasa
Untuk orang dewasa yang sedang istirahat, detak jantung normal berada di angka 60 sampai 100 bpm. Angka ini berlaku umum, baik untuk pria maupun wanita.
Kalau seseorang rutin olahraga dan punya kondisi fisik yang sangat bugar, detaknya bisa lebih rendah, sekitar 40 sampai 60 bpm. Kondisi ini tetap normal karena jantung atlet lebih efisien memompa darah.
Bagaimana Cara Menghitung Detak Jantung?
Menghitung detak jantung bisa Anda lakukan sendiri tanpa alat medis khusus. Caranya sederhana. Letakkan dua jari di pergelangan tangan bagian bawah ibu jari atau di sisi leher dekat rahang. Setelah terasa denyutnya, hitung jumlah detak selama 15 detik lalu kalikan empat untuk mendapat jumlah per menit.
Supaya lebih akurat, lakukan penghitungan tiga kali kemudian ambil rata-rata. Anda juga bisa menggunakan smartwatch atau stetoskop jika tersedia. Asal posisinya benar, hasilnya cukup bisa diandalkan.
Menjaga detak jantung tetap normal memang butuh komitmen, mulai dari pola hidup sehat sampai rutin melakukan pemeriksaan medis. Kalau Anda merasa ritme jantung sering tidak stabil atau muncul gejala yang mengganggu, jangan tunda untuk berkonsultasi.
Bagi Anda yang berdomisili di Surabaya, pilihan tepat adalah memeriksakan diri ke dokter jantung terbaik Surabaya di RS Premier Surabaya. Dengan fasilitas modern dan tenaga medis berpengalaman, Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat sekaligus saran personal untuk menjaga kesehatan jantung jangka panjang.



