Pil KB
Wanita

Seluk Beluk Pil KB sebagai Alat Kontrasepsi Darurat

Banyak pasangan suami istri yang melakukan penundaan memiliki momongan karena berbagai alasan. Selain itu, banyak juga pasangan suami istri yang menjaga jarak kehamilan dengan berbagai faktor. Untuk itulah pil KB dianggap sebagai solusi untuk tujuan tersebut. Namun adakalanya Anda lupa meminum pil KB selama beberapa waktu, padahal kehamilan yang belum diinginkan bisa saja terjadi jika Anda melakukan ini. Untuk itulah Anda bisa menggunakan kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan setelah melakukan hubungan seksual tanpa pengaman.

Kontrasepsi darurat merupakan cara yang dilakukan untuk mencegah kehamilan setelah pasangan suami istri melakukan hubungan seks tanpa pengaman. Alat kontrasepsi ini kerap juga disebut dengan morning-after pill,atau pil kontrasepsi darurat. Pil kontrasespsi darurat merupakan pil hormone mirip pil KB yang dapat dikonsumsi wanita (istri) dalam waktu beberapa jam setelah melakukan hubungan seksual. Efektivitas dari pil KB darurat ini data terasa jika diminum dalam jangka waktu maksimal 72 jam setelah melakikan hubungan seksual tanpa pengaman.

Bagaimana cara kerja pil kontrasepsi darurat?

Dalam pil kontrasepsi darurat terdapat kandungan hormon Levonorgestrel progesterone dosis tinggi yang mampu digunakan untuk mencegah kehamilan. Cara kerja dari pil kontrasepsi darurat ini adalah dengan menunda ovulasi atau pelepasan sel telur wanita yang terjadi dalam siklus bulanan). Dengan mengkonsumsi pil ini, proses pembuahan dapat terganggu karena perlekatan telur yang dibuahi ke dinding rahim dapat dicegah.

Namun yang perlu digarisbawahi adalah dari kontrasepsi darurat ini adalah waktu yang tepat untuk mengkonsumsinya. Pil ini dapat efeltif bekerja ketiak dkonsumsi secepat mungkin dari jarak berhubungan seksual. Semakin cepat pil ini dikonsumsi maka semakin baik pula pil ini bekerja untuk mencegah kehamilan. Meskipun demikian pil kontrasepsi darurat ini tidak menjamin 100% wanita tidak hamil setelah mengkonsumsi pil ini. Masih terdapat kemungkinan sekitar 30% wanita akan hamil meskipun sudah mengkonsumsi pil KB darurat.

Beda pil KB biasa dengan pil KB darurat

Apakah pil KB biasa yang digunakan untuk mencegah kehamilan sama dengan pil KB darurat? Tentu saja berbeda. Pil KB darurat jauh berbeda dengan pil KB yang biasa diminum sehari-hari. Pil KB biasa dikonsumsi untuk menunda dan mencegah kehamilan sebelum terjadi hubungan selksual. Dalam hal ini dokter akan meresepkan pil KB apa cocok diminum oleh pasien wanita guna mencegah terjadinya kehamilan dalam jangka waktu tertentu.

Hal ini berbeda dengan pil KB darurat yang justru hanya dibutuhkan dan dikonsumsi setelah berhubungan seksual dan dalam hal ini hubungan seksual tidak menggunkan pengaman, baik berupa kondom maupun ketika wanota lupa memium pil KB sehari-hari yang biasa diminumnya. Dampak dari pil KB darurat ini jika dikonsumsi setelah berhubungan seks adalah  terjadinay penundaan perlekatan serta pembatalan pembuahan di rahim.

Namun yang perlu diperhatikan adalah pil kontrasepsi darurat tersebut mampu mencegah pembuahan dengan cara mempengaruhi kondisi kimiawi sperma yang masuk ke dalam sel telur sebelum keduanya bertemu. Tapi jika sudah terjad pertemuan antara sperma dan sel telur dan sudah terjadi penempelan atau pembuahan disana, pil kontrasepsi darurat ini apat membahayakan rahim dan calon janin yang sudah terlanjur menempel di rahim. Oleh karena itu pil kon trasepsi darurat ini hanya cocok dikonsumsi oleh wanita yang belum atau tidak menggunakan kontrasepsi apapun serta melakukan hubungan seksual di pertengahan siklus menstruasinya.

Efek samping penggunaan pil kontrasepsi darurat

Meskipun mampu dan cukup efektif dalam mencegah kehamilan, pil KB darurat ini memiliki efek samping yang tak menyenangkan bagi wanita yang mengkonsumsinya. Efek samping tersebut antara lain adalah mual dan muntah, lemas, pusing serta kliyengan, kelelahan, sakit pada payudara, sakit perut, serta mengalami siklus menstruasi yag tidak teratur pasca mengkonsumsi pil ini. Meskipun demikian, keluhan-keluhan tersebut hanya terjadi dalam 1-2 hari saja setelah mengkonsumsi pil darurat.

Tak hanya itu, pil KB darurat ini juga memungkinkan terjadinya pendarahan setelah wanita megkonsumsinya. Karena pil ini mengandung hormon yang kandungannya cukup tinggi, vagina beresiko mengalami perdarahan ringan atau dapat juga muncul flek darah pasca mengkonsumsi obat. Namun tak perlu khawatir karena selama perdarahan masih tergolong ringan dan dapat hilang dalam waktu 1-3 hari, pendarahan sebagai efek samping penggunaan obat ini tergolong wajar dan masih dalam batas wajar. Namun jika pendarahan ini berlangsung terus menerus disertai dengan jtam perut dan deras, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan yang tepat

Perlu diketahui juga bahwa penggunaan pil kontrasepsi darurat ini tidak dapat menggugurkan kandungan. Sifatnya hanya mencegah kehamilan saja sama separti pil KB pada umumnya, dan jika tetap terjadi kehamilan setealh mengkonsumsi pil ini adalah wajar. Ketika pembuahan sudah terlanjur terjadi, pil ini tidak dapat mempengaruhi apapun. Wanita tetap bisa hamil dan berpotensi keguguran diluar dari efek penggunaan obat atau pil KB darurat ini.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai seluk beluk kontrasepsi darurat, Semoga cukup membantu dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *