mobil
Otomotif

Perhatikan Hal Penting Tentang Oli Kendaraan Anda

Ganti oli mobil memang sering menjadi hal yang cukup membingungkan bagi Anda para pengendara yang belum cukup berpengalamaan dalam melakukannya. Pertanyaan seperti jenis oli apa dan tanda-tanda seperti apa yang harus diperhatikan jika mobil Anda membutuhkan pergantian oli pastinya ramai menjadi buah bibir oleh para pemilik kendaraan.

Masih banyak juga orang yang bingung kapan waktu yang tepat untuk mangganti oli mobil. Sebagian berpendapat bahwa pergatian oli harus dilakukan saat kilometernya sudah menyentuh angka 5.000 atau 10.000. Tak jarang juga orang mengatakan bahwa oli harus diganti setiap 6 bulan sekali. Tapi, apakah Anda tahu tentang apa yang dimaksud dan apa gunanya oli tersebut untuk kendaraan kesayangan Anda?

Oli mesin terdiri dari beberapa jenis oli, yaitu oli mineral, semi sintetik serta full sintetik. Oli mineral merupakan oli yang berbahan minyak bumi atau biasa disebut dengan oil based. Untuk oli semi sintetik, oli ini merupakan perpaduan antara oli mineral dan sintetik. Dan untuk oli full sintetik, oli ini dibuat dari bahan murni oli yang dikembangkan sehingga pemakaiannya dapat tahan lebih lama di dalam mesin mobil. Pergantian oli mesin biasanya diukur dari jarak tempuh per kilometer mobil. Oli mineral dapat digunakan maksimal dampai 7.000 km serta oli sintetik bias digunakan hingga 10.000 km. Tetapi sebaiknya melakukan penggantian oli yang telah ditetapkan atau disarankan yaitu umumnya 5.000 km, agar kondisi mesin tetap prima.

Tidak jarang pemilik mobil menolak untuk melakukan pergantian oli untuk mobilnya, dengan alasan frekuensi penggunaan tidak banyak. Padahal, pergantian oli juga disarankan untuk dilakukan dalam kurun waktu 6 bulan sekali, baik mobil tersebut dioperasikan atau tidak. Namun sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang enggan untuk melakukan hal tersebut karena yakin bahwa olinya bagus.

“Kalau kita bicara oli di mesin itu tugasnya adalah melindungi mesin dari gesekan. Kalau kekentalannya dan zat adiktifnya masih ada, tentu tidak masalah. Yang kedua, oli itu memiliki anti korosi. Kalau sudah rusak, lama-lama olinya menjadi asam, perlindungan korosi menjadi turun. Bisa jadi mesin bukan rusak karena ada gesekannya tapi karena faktor korosi. Jadi kami tidak sarankan untuk melampaui lebih dari yang disyaratkan pembuat mesin”, ungkap seorang Lubricants Technical Manager, Shofwatuzzaki.

Untuk mengetahui kapan waktu penggantian yang baik untuk kendaraan Anda, para pengguna kendaraan seharusnya tidak malas untuk membaca buku manual yang sudah diberikan saat melakukan pembelian mobil pertama kali. Karena di buku tersebut sudah disampaikan dan ditetapkan waktu untuk melakukan penggantian oli mobil.

Lalu, apa saja sih yang dapat menjadi masalah bagi para pemilik kendaraan jika oli mobil jarang diganti? ika diabaikan akan berdampak buruk dan berkepanjangan. Salah satu masalah yang akan terjadi adalah oli bisa berkurang dan mengental. Jika lama dibiarkan, pelumas yang tadinya kental bias mengendap menjadi lumpur layaknya karamel yang dibiarkan mendingin. Jika sudah menjadi lumpur, oli sudah tidak bisa berfungsi lagi untuk melumasi dan membersihkan komponen mesin dari karbon. Akibatnya bisa menyebabkan kerusakan permanen pada suku cadangnya. Maka dari itu, penggantian oli secara berkala baik frekuensi kendaraan dioperasikan sering atau tidak, sangat amat disarankan jika pengendara tidak menginginkan hal-hal yang buruk terjadi kepada kendaraan kesayangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *