keju swiss
Makanan

Mengintip Serba-serbi Keju Swiss yang Unik

Pada suka cheese cake? tahukan jika cheese cake itu banyak jenis dan ternyata keju sendiri banyak jenisnya.  Apakah kamu tahu keju Swiss? Dengan warna kuning pucat, aroma yang cukup menyengat, dan banyak lubang di permukaannya, rasanya sulit untuk tidak mengenali keju Swiss. Ya, keju memang memiliki banyak jenis dengan beraneka bentuk. Ada keju cheddar, mozarella, parmesan, hingga keju serbaguna untuk bahan masakan. Aneka jenis keju ini juga kerap dijadikan bahan dasar pada ragam camilan keju untuk berbuka puasa. Hanya saja, ada satu hal yang membedakan keju Swiss dengan jenis keju lainnya: apalagi jika bukan lubang pada permukaannya?

Asal-usul lubang pada keju Swiss

Lubang-lubang pada permukaan keju Swiss memang unik. Banyak yang menyangka bahwa lubang tersebut sengaja dibuat oleh para penjual keju. Padahal sebetulnya tidak demikian, lho. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dan pembuat keju seperti dilansir dari The Daily Meal, ternyata lubang pada keju Swiss berasal dari hasil bakteri S. thermphilus, Lactobacillus, dan P.shermani. Bakteri ini muncul seiring dengan proses penuaan keju dan kemudian menghasilkan asam laktat yang dikonsumsi oleh P. shermani. Bakteri P. shermani mengeluarkan gas karbondioksida yang akhirnya menimbulkan lubang-lubang kecil pada permukaan keju.

Hanya saja, ternyata lubang pada keju Swiss di masa lalu lebih besar dibanding sekarang. Mengutip dari The New York Times, lembaga pertanian Swiss, Agroscope, melakukan penelitian pada tahun 2015 dan menemukan fakta bahwa lubang pada keju Swiss kini lebih kecil. Penyebabnya terletak pada proses pemerahan yang kini mulai modern, sehingga mengurangi partikel kecil yang biasa hadir dari proses pemerahan tradisional.

Meskipun begitu, dari segi rasa, tak ada yang berubah dari keju Swiss di masa lalu hingga sekarang, terlepas dari cara pengolahannya.

Standar kualitas keju Swiss

Tahukah kamu? Untuk menjaga kualitas dari keju Swiss unik ini, terdapat sebuah ketentuan yang ditetapkan untuk mengatur standar kualitas dari keju Swiss. Namanya adalah Appellation d’Origine Contrôlée (AOC) atau Ketentuan Perlindungan Asal-muasal. Di dalam AOC ini terdapat jaminan kualitas tinggi dari produk yang didapatkan, diproduksi dan diproses di daerah asal. Well, tak heran ya jika keju Swiss banyak digemari karena kualitasnya yang tak tergantikan.

Jadi, tertarik untuk mencicipi keju Swiss dan membuat olahan dari bahan dasarnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.