Banyak orang menganggap bahwa dirinya tidak mengalami infertilitas karena telah memiliki anak. Namun, tahukah Anda bahwa ada yang namanya secondary infertility? Bagi Anda yang hanya ingin memiliki satu orang anak saja, sebenarnya kondisi ini bukanlah masalah. Namun, bagi Anda yang menginginkan anak lebih dari satu, maka secondary infertility dapat menghambat keinginan Anda tersebut.
Apa Itu Secondary Infertility?
Secondary infertility adalah kondisi di mana Anda dan pasangan mengalami kesulitan untuk memiliki anak kembali setelah mencoba proses kehamilan secara alami dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun setelah kehamilan sebelumnya. Namun, seseorang dapat dikatakan mengalami kondisi ini jika kehamilan sebelumnya terjadi secara alami tanpa program kehamilan secara khusus.
Salah satu gejala atau penanda seseorang mengalami secondary infertility adalah tidak terjadinya kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara rutin, selama 12 bulan tanpa menggunakan pengaman. Kondisi ini tidak hanya bisa disebabkan oleh perempuan saja, melainkan juga terjadi pada laki-laki.
Penyebab Secondary Infertility
Ada beberapa penyebab mengapa perempuan maupun laki-laki bisa mengalami secondary infertility, di antaranya yaitu:
- Kualitas sperma yang bermasalah
- Kualitas sel telur yang tidak sehat
- Memiliki penyakit menular seksual
- Memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok
- Faktor usia
- Berat badan yang berlebih
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu
- Efek dari riwayat penyakit yang diderita sebelumnya
- Masalah pada hormon
Pada dasarnya setiap orang bisa mengalami kondisi ini. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan Anda lebih rentan mengalami secondary infertility, yaitu:
- Faktor usia di atas 35 tahun
- Pernah mengalami keguguran
- Punya riwayat penyakit tertentu yang berkaitan dengan sistem reproduksi
Bagi Anda yang masih mendambakan kehadiran seorang anak, tetapi belum juga hamil setelah melakukan hubungan seksual tanpa pengaman, maka tidak ada salahnya jika segera melakukan konsultasi pada dokter spesialis kandungan. Dengan melakukan konsultasi sejak awal, Anda bisa mendeteksi adanya masalah pada sistem reproduksi, sehingga dapat segera dilakukan tindakan pengobatan.
Sementara bagi para laki-laki, juga bisa melakukan konsultasi dan pemeriksaan pada kualitas sperma. Sebab, kondisi ini bisa terjadi akibat hal tersebut, jadi dengan memeriksakan diri bersama, permasalahannya dapat segera terdeteksi dan diatasi dengan cara yang tepat.



