Zat kimia yang harus dihindari pada produk bedak bayi

bayi

image source: mother & baby

Setiap orang tua menginginkan anaknya sehat dan terawat mulai dari lahir sampai dewasa. Banyak hal yang harus diperhatikan dan dicermati setiap memilih produk yang digunakan untuk bayi anda. Karena saat ini banyak sekali produk yang berlabelkan ‘alami’ tetapi mengandung zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan bayi. Banyak zat kimia yang saat ini memicu timbulnya kanker, pubertas dini, ADHD, dan autisme. Bagi anda yang menjadi seorang ibu harus sangat detail mengetahui kandungan serta fungsi dan bahaya setiap kandungan dari produk yang akan di beli untuk bayi, termasuk sangat perlu menggunakan merk bedak bayi yang aman untuk tubuh. Berikut ini beberapa zat kimia yang berbahaya bagi tubuh yang ada di produk bayi:

  • Talk

Talk (talc) ini merupakan salah satu mineral yang sering ditambahkan ke bedak bayi sebagai agen pengering. Mineral ini memiliki dampak negatif terhadap paru – paru jika tercium. Bahkan juga menjadi penyebab kanker. Oleh sebab itu solusinya anda bisa menggunakan merk bedak bayi yang aman digunakan dalam bentuk krim.

  • Pewangi
bedak

image source: theguardian

Anda pasti senang menggendong bayi yang telah memakai lotion dengan wangi yang khas. Padahal parfum tersebut berkaitan dengan alergi, iritasi kulit, dan eksim yang menjadi racun bagi tubuh si kecil. Pewangi yang dilabeli dengan parfum ini mengandung campuran 100 – 3000 zat kimia termasuk titanium dioksida, paraben, metanol, bahkan formalin. Efek aroma yang tahan lama juga menyebabkan masalah pada pernafasan, kanker, kerusakan syaraf, kulit, mata, serta mengganggu sistem kekebalan tubuh bayi.

  • Formalin dan turunannya

Formalin merupakan jenis pengawet yang ditambahkan pada produk yang berwujud cair yang berfungsi untuk mencegah adanya jamur. Formaldehida merupakan salah satu turunan dari formalin yang bersifat karsinogenik menyebabkan kanker sel skuamosa pada rongga hidung dan iritasi pada kulit. Akibatnya akan menimbulkan laegri yang berkepanjangan , mata dan hidung akan terasa panas terbakar, hidung tersumbat atau berair, dan ruam kulit. Lebih jauh dari itu, jika seseorang yang menciumnya akan berdampak pula pada pernafasannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *