Waspada akan Kejahatan Kartu Debit? Part 1

Dengan perkembangan zaman, penarikan dan transfer dana bisa dilakukan secara online sehingga tidak heran sejak beberapa tahun ini promo Internet Banking mulai ngencar dilakukan untuk memancing para  nasabah Bank menggunakannya. Selain dikarenakan adanya promo internet banking, penggunaan internet banking juga berguna untuk menghindari kejahatan kartu debit. Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa kejahatan akan kartu debit semakin meningkat. Berbagai cara baru diterapkan para penjahat / pencuri seperti:

Nomor Telp Call Center Palsu

no telp palsu bank

no telp palsu bank

Para penjahat merusak atau menempelkan selotip pada tempat dimana kartu debit (kartu atm) dimasukan. Hal ini dilakukan agar kartu atm kita tersangkut atau tertelan oleh mesin atm sehingga kita panik. Dalam keadaan panik ini, kita tentu akan langsung menelpon call center bank yang bersangkutan. Masalahnya adalah para penjahat itu pinter, mereka menempelkan nomor call center palsu. Pas kita telp yang mengangkat adalah teman mereka. Dalam tanya jawab verifikasi, mereka akan meminta kita memberikan pin dan memberitahukan kita bisa mengambil kartu atm nanti atau besok di kantor bank terdekat.

Gimana cara mengatasi No Telp Call Center Palsu?

  • Simpan nomor call center Bank di HP. Jika ada masalah atm tertelan atau nyangkut, kita hanya perlu membuka HP dan menelepon dari nomor call center yang sudah ada di dalam HP tanpa perlu melihat nomor telp yang tertempel di mesin ATM.
  • Jangan pernah memberikan nomor PIN. Ingat!!  pihak Bank sama sekali tidak boleh tahu mengenai PIN ATM kita. Kalau ada CS Bank yang minta kita sebutkan PIN, itu sudah pasti penjahat jadi langsung tutup aja.

Minta Bantuan Tarik/Transfer Dana

tarik tunaiIni tidak bisa dibilang modus baru, namun modus ini sangat efektif terutama bagi orang yang memiliki hati simpati yang sangat tinggi. Para pejahat akan berjaga-jaga di sekitar atm, ketika kita masuk atau setelah kita selesai mengambil uang, seorang bapak atau ibu tua akan menghampiri kita. Mereka akan minta tolong untuk melakukan penarikan atau transfer dengan alasan mereka tidak mengerti cara penggunaan atm. Alasan lainnya adalah mereka sudah rabun jadi susah lihatnya. Nah, jika kita membantu mereka, kita akan dituduh mengambil uang mereka dan dimintain uang damai. Klo kita tidak mau kasih uang damai, kita akan dilaporkan ke polisi. Loh, niat baik nolong malah apes.

Cara mengatasi Permintaan Bantuan Tarik/Transfer Dana?

Untuk hal ini, jangan membantu mereka. Satu-satunya cara adalah menolak untuk membantu mereka dengan mengucapkan untuk minta tolong pada pak satpam atau mengunjungi Bank terdekat.

Curi PIN

curi pinPencurian PIN bisa dilakukan dengan cara mengintip saat kita melakukan transaksi atau penarikan uang. Biasanya para penjahatnya akan berdiri sangat dekat di belakang kita lalu ceringa ceringuk tak jelas. Saat PIN sudah mencuri, mereka hanya perlu membuat duplicate kartu debit (jika penjahatnya udah canggii) atau mencuri kartu debit secara langsung. Sakin canggihnya, beberapa penjahat menempelkan kamera kecil agar bisa langsung dicuri PIN-nya.

Cara mencegah pencurian PIN?

Saat melakukan transaksi dengan menggunakan kartu debit baik di tempat belanja atau atm, pastikan kita barhati-hati agar orang lain tidak bisa lihat. Hapal urutan nomor di mesin atm sehingga kita bisa tutup rapat agar tidak ada yang bisa melihat PIN kita.

Ingat, terus waspada dalam menggunakan kartu debit. –HM-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *