Uniknya Candi Gunung Kawi

Bali sering menjadi destinasi wisata ketika liburan tiba, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Tidak heran jika Bali Hotel selalu dipenuhi oleh pengunjung, bahkan tidak hanya penuh saat masa liburan saja tetapi juga pada hari-hari biasa. Tidak hanya hotel saja, tempat wisata juga selalu dipenuhi oleh wisatawan. Terutama beberapa tempat wisata yang sangat terkenal seperti pantai kuta, tanah lot, pura besakih dan beberapa tempat lainnya.

Candi Gunung Kawi BaliBagi wisatawan yang senang mengunjungi candi, Pulau Bali juga memiliki sebuah candi unik yang tidak kalah menarik di bandingkan dengan candi di tempat lain. Candi ini bernama Candi Gunung Kawi dan berlokasi di Jalan Pejeng, Tampak Siring, Ubud, Gianyar, Bali. Candi ini bisa dikatakan unik, karena berbeda dengan Candi pada umumnya yang berukuran sangat tinggi dan besar dan biasanya terbuat dari susunan batu atau bata merah serta berada di lahan yang luas, Candi Gunung Kawi ini justru terukir di dinding tebing batu padas yang terdapat di tepi sungai.

Dinding batu tersebut dipahat dan dibentuk menyerupai bangunan candi, bahkan ditempat itu juga dilengkapi dengan ruangan tempat bermeditasi. Sampai sekarang, Candi ini masih digunakan sebagai tempat sembahyang umat Hindu di Bali. Terdapat dua komplek percandian yang dipisahkan oleh aliran sungai Pakerisan, komplek pertama yaitu terletak disebelah barat sungai, mengahad ke Timur dan berjumlah empat buah. Sedangkan komplek yang kedua terletak disebelah timur sungai dan menghadap ke Barat dan berjumlah lima buah.

Nama Gunung Kawi berasal dari artikatanya yaitu Gunung yang berarti pegunungan dan Kawi yang berarti pahatan. Jadi nama ini bermakna bahwa di sini terdapat gunung yang dipahat menjadi sebuah candi. Candi Gunung Kawi adalah sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat untuk memuliakan roh Raja Udayana beserta keluarganya. Menurut sejarah, Raja Udayana merupakan salah satu Raja yang terkenal di Bali yang berasal dari Dinasti Marwadewa dan memiliki anak Erlangga dan Anak Wungsu dari hasil pernikahanya dengan Puteri dari Jawa yang bernama Gunapriya Dharma Patni. Erlangga kemudian memerintah di Jawa sementara Anak Wungsu memerintah di Bali, pada masa inilah diperkirakan Candi Gunung Kawi di bangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *