Pedoman Umum Memilih Mainan untuk Anak

Sekarang sudah semakin banyak mainan anak yang bertebaran di luar. Dari jenis mainan yang terbuat dari plastik, kayu, karet, kain hingga kertas; semua ada. Mainan berfungsi sebagai alat bantu dalam membantu perkembangan anak bukannya melukainya. Namun menurut situs Kidshealth, puluhan anak terluka oleh mainan dan harus dirawat di rumah sakit. Salah satu masalah yang paling banyak ditemui adalah tersedak.

Anak kecil di bawah umur 4 tahun memiliki kecendrungan dimana dia akan menggunakan kelima indranya untuk mencobai sesuatu. Sehingga tidak heran bila anak sering mencoba memakan berbagai mainan atau barang yang menurut dia menarik.

mainan anakBerbagai produsen pembuat mainan anak memang sudah diberitahu dan diminta agar membuat mainan yang sesuai umur agar anak tidak terluka karena memainkan mainan yang tidak sesuai. Namun kita tidak boleh hanya berpaku pada keterangan yang diberikan produsen pada kemasan mainan anak. Kita sebagai orang tua sebisa mungkin mengawasi mereka ketika mereka sedang bermain untuk memastikan mereka tidak menelan mainan mereka atau mencegah mainan tersebut melukai mereka. Bahkan kita bisa berinteraksi dengan mereka ketika kita bermain bersama.

Pedoman Umum Memilih Mainan Anak

Berikut beberapa pedoman umum dalam memilih mainan anak bagi sang buah hati:

  • Mainan kain yang baik adalah mainan yang sudah dilabel sebagai mainan yang tidak mudah terbakar. Jangan memilih mainan yang mudah terbakar.
  • Pilih boneka yang dapat dicuci agar bebas dari debu dan kotoran karena anak-anak suka menyeret mainannya. Jangan biarkan mainan sang buah hati yang membuat dirinya sakit.
  • Cat yang digunakan untuk mainan harus bebas dari timah atau zat kimia lain yang bisa berbahaya bagi bayi. Pastikan ada label bebas timah terutama untuk mainan cat, lilin dan lainnya.
  • Crayon atau cat harus memiliki label ASTM D-4236 pada kemasan mainan. ASTM D-4236 merupakan kode khusus yang menyatakan bahwa mainan tersebut dianggap aman dan berhasil lulus uji dari America Society.
  • Mainan memiliki label non toxin alias tidak beracun. Ini sangat penting untuk memastikan anak tidak akan keracunan atau alergi.
  • Untuk anak berumur di bawah 7 tahun sangat disarankan tidak diberikan mainan yang keras karena mereka masih suka mengayung dan melempar mainan.
  • Pastikan mainan tidak mengeluarkan suara yang keras. Mainan kerincingan, music atau mainan berbunyi lainnya emang sangat baik untuk membantu pertumbuhan si buah hati tapi jangan pilih yang bisa mengeluarkan suara keras karena ditakutkan akan merusak pendengaran bayi.
  • Lebih baik memilih mainan mendidik tetapi juga fun untuk membantu pertumbuhan buah hati.
  • Pilih mainan yang sesuai dengan umur. Mainan-mainan yang diproduksi diluar negeri biasanya memiliki label umur untuk menunjukan bahwa sebuah mainan anak yang akan diberikan cocok atau tidak dilihat dari umur. Label umur ini tidak sembarangan dipasang. Label umur disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh anak pada taraf usia tersebut.

Semoga artikel ibu anak mengenai pedoman memilih mainan anak ini dapat membantu.

“Pastikan keselamatan Buah Hati terjaga dengan Baik” –hm-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *