Negara Terbaik untuk Menghabiskan Hari Tua

Bagi mereka yang memasuki hari tuanya, tentunya tidak ingin ada beban lagi dalam hidupnya. Sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati hari tuanya dengan tentram. Tidak bisa dipungkiri, kebahagian hari tua juga bergantung pada kondisi finansial, misalnya saja adanya dana pensiun yang cukup, fasilitas asuransi pensiun dan kesehatan yang baik, dan lain sebagainya. Tercukupinya semua kebutuhan tersebut, ternyata berbeda-beda antara satu negara dengan negara lainnya.

Berikut ini beberapa negara terbaik dalam memenuhi kebutuhan warga negara usia lanjutnya, di antaranya:

Australia

australiaBila di Indonesia usia produktif pekerjanya adalah hingga 65 tahun, maka di Australia tidak sedikit mereka yang masih aktif bekerja  meski telah berusia hingga lebih dari 70 tahun. Dana pensiun dari negara tersedia bagi penduduk berumur lebih dari 65 tahun yang telah tinggal di Australia minimal selama 10 tahun. Besaran dana pensiun yang bisa didapatkan adalah sebesar hingga A$ 776,60 atau Rp7.784.692,60 per orang (single), dan sebesar A$ 585.50 atau Rp5.868.337,22 bila Anda merupakan pasangan.

Ini belum ditambah dengan anggaran tambahan lainnya yang sebesar A$63,50 (Rp637.000) untuk tunjangan kesehatan. Setiap negara bagian juga memberlakukan kebijakan yang memberikan diskon kepada penduduk yang berumum 60 tahun lebih. Pemerintah Australia juga memberikan layanan kesehata gratus untuk di rumah.

Jerman

jermanUsia pensin di Jerman sendiri adalah 67 tahun Selama masa bekerjanya, warga negara Jerman akan dipotong gajinya untuk membayar provisi kesehatan, asuransi unemployment, serta asuransi pensiun. Secara keseluruhan, jumlah total yang harus dibayarkan adalah sebesar 39% dari jumlah keseluruhan gaji. Pada saat pensiun, warga negara Jerman mendapatkan dana pensiun sebesar ½ hingga 2/3 bagian dari jumlah gajinya selama bekerja.. Besaran pensiun yang diterima adalah rata-rata sebesar 1.052 Euro (Rp14 juta) untuk pria dan sebesar 521 Euro (Rp7 juta) untuk wanita.

Jepang

jepangKira-kira seperempat dari penduduk Jepang saat ini telah berusia 65 tahun dan lebih. Usia hidup penduduk Jepang sendiri memang merupakan salah satu yang tertinggi di seluruh dunia. Mereka yang berusia 20 hingga 59 diwajibkan untuk mengikuti program tabungan untuk pensiun dari pemerintah. Dan hanya mereka yang telah mengikuti program ini selama 25 tahunlah yang berhak untuk mendapatkan dana pensiunan setelah pensiun saat berusia 65 tahun. Besaran dana pensiun yang bisa didapat oleh penduduknya adalah sebesar 786.500 Yen per tahun atau sekitar Rp85 juta.

Norwegia

norwegiaNegara-negara di timur Eropa ini ternyata memiliki sistem dana pensiun yang sanggup untuk memenuhi kebutuhan hidup para penduduknya di usia pensiun. Sebut saja Norwegia yang mengalami penurunan tingkat kemiskinan pada penduduk usia pensiun. Pada usia 67 tahun, penduduk Norwegia yang telah membayar pajak penghasilan selama 40 tahun dapat menikmati dana pensiun hingga sebesar 67% pendapatan bersihnya. Para pensiunan di kedua negara tersebut juga mendapatkan diskon untuk transportasi publik, tiket masuk museum. Penduduk pada usia pensiun dengan kebutuhan khusus juga bisa mengajukan bantuan sosial dari pemerintah.

Rusia

rusiaUsia pensiunan di Rusia adalah 60 tahun untuk pria dan 55 tahun untuk wanita. Besaran dana pensiun yang diterima dari pemerinath adalah sebesar 4.000 roubles (Rp890.000) per bulan. Jumlah tersebut belum ditambah dengan insentif lainnya, sehingga total rata-ratanya adalah sebesar 11.000 roubles (Rp2.362.000) per bulan. Namun para pensiunan ini juga mendapatkan dana subsid lainnya seperti diskon tranportasi, dan diskon obat.

Malaysia

malaysiaDi Asia Tenggara, Malaysia menempati urutan pertama untuk negara dengan fasilitas pensiunan terbaik. Malaysia memberikan banyak kemudahan untuk para penduduknya di usia pensiun, mulai dari huburan, fasilitas, hingga biaya hidup dan kesehatan yang rendah.

Swiss

swissSwiss memiliki pendapatan perkapita yang tinggi, selain itu juga memiliki banyak lembaga yang kuat secara finansial untuk menyokong kehidupan para pensiunan. Selain itu, kondisi lingkungannya juga cukup kondusif untuk ditinggali oleh para pensiunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *