Memulai Bisnis di Festival Kebudayaan Jepang

kue dango bakarSiapa bilang, memulai bisnis harus langsung besar? Ada saatnya investasi menguntungkan itu dimulai dari sebuah bisnis kecil seperti stand-stand makanan di festival kebudayaan Jepang. Tahukan, banyak sekali festival kebudayaan Jepang yang diadakan di Indonesia, nah itu bisa menjadi peluangmu. Orang-orang yang datang ke festival tersebut pasti ingin mencoba cemilan khas Jepang dan bisnis ini bisa jadi investasi menguntungkan bagi pemula seperti kamu!

Takoyaki, Okonomiyaki dan Onigiri pasti udah biasa. Coba deh membukan stand cemilan yang jarang ada di festival-festival kebudayaan Jepang yang ada. Berikut ini beberapa contoh cemilan yang bisa kamu coba:

Kue Dango

kue dango 3 warnaSiapa yang tidak kenal dengan kue dango yang sering muncul diberbagai komik dan kartun Jepang. Kue dango merupakan kue yang terbuat dari tepung beras. Biasanya kue dango disajikan dengan cara disutuk dengan tusuk sate dimana 1 tusuk sate berisikan 3-4 butir kue dango. Kue dango berwarna putih susu tidak memiliki rasa (hambar), sedangkan untuk kue dango yang berwarna memang ada rasanya karena sudah dicampur dengan perasa greentea atau lainnya.

Cara penyajian kue dango sangat banyak, kue dango bisa dipanggang atau tidak. Kue Dango biasanya disajikan dengan kecap shoyu atau saus gula. Selain itu, beberapa varasi taburan juga bisa menjadi pilihan. Contoh beberapa variasi taburan yang bisa kamu gunakan adalah campuran bubuk kacang kedelai dan gula pasir, selai kacang merah, bubuk kacang walut dan campuran wijen dan gula pasir.

Apel Karamel Jepang

buah karamelIni salah satu cemilan populer yang sering dilihat di komik dan kartun Jepang terutama jika di dalam cerita tersebut ada festival musim panas. Apel yang dilapisi caramel membuatnya seperti apel kaca yang yang sangat cantik. Sakin cantiknya, rasanya sayang untuk dimakan. Berbeda dengan bentuknya yang manis, ternyata butuh kesabaran dan tekat untuk mulai mengkonsumsinya karena permukaan caramel agak keras.

Selain Apel, ternyata di Jepang juga menggunakan buah lain seperti jeruk atau strawberry sebagai pengganti apel. Di Jepang sendiri jeruk dan strawberry caramel masih sangat jarang karena produk ini hanya dijual ketika memasuki musim jeruk atau strawberry berbuah. Bolehlah mencoba melapisi buah lain agar para konsumer tidak bosan.

Ayo berbisnis –hm-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *