Membangun Jalan Tol untuk Mengatasi Macet Jakarta

jakarta macetSiapa yang tidak kenal Jakarta? kota metropolitan dan ibu kota Indonesia. Gemerlap kota Jakarta selaku ibu kota Indonesia menarik banyak orang datang. Setiap tahunnya orang yang mengadu nasib ke Jakarta semakin bertambah, tidak heran bila kota Jakarta semakin penuh dengan hiruk pikuk dan kemacetan tidak bisa terhindari. Pemerintah kota Jakarta harus memutar otak mencari cara untuk mengatasi kemacetan Jakarta yang semakin parah setiap tahunnya. Salah satu cara yang digunakan adalah membangun jalan baru terutama Jalan Tol. Agar pembuatan jalan tol baru kuat dan cepat, maka kontraktor yang telah berhasil memenangkan tender memutuskan untuk menggunakan beton precast. Meskipun terlihat mirip dengan beton yang biasa digunakan produsen jual pagar beton precast, namun sebenarnya ada perbedaan pada pengolahan beton ini.

Memang mengoptimalkan pembuatan cor beton, dapat menghemat biaya namun dengan beton precast pengerjaannya bisa lebih cepat. Tidak hanya untuk jalan saja, hal ini juga berlaku untuk pembuatan pagar beton. Karena itulah, saat ini penggunaan beton precast di kehidupan sekeliling kota Jakarta sudah semakin meningkat.

pembagunan tolDilansir dari artikel CNN Indonesia, Pak Basuki Tjahaja Purnama selaku Gubernur DKI Jakarta menjamin bahwa pembagunan ruas jalan tol untuk jalur Sunter – Polo dan Semanan – Sunter akan selesai sebelum Asian Games dimulai pada tahun 2018 mendatang. Bahkan Pak Basuki berani bilang bahwa pembagunan ruas jalan tol ini akan selesai pada tahun 2017. Dengan pembagunan ruas Ke-2 jalan tol baru dalam kota ini, diharapkan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi waktu para warga Jakarta. Proyek pembagunan 2 jalan tol ini diserahkan kepada PT Jakarta Tollroad Development  selaku Badahan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Selain pembagunan ruas jalan tol untuk Sunter – Polo dan Semanan – Sunter, Premprov DKI hendak menambah 4 ruas jalan tol dalam kota  lain hingga tahun 2018 mendatang. Ke-4 ruas tol yang akan dibangun  ini adalah Ulujami-Tanah Abang, Duri Pulo-Kampung Melayu,Pasar Minggu-Casablanca, dan Kemayoran-Kampung Melayu. Untuk pembuatan ke-6 ruas tol, dana yang dikeluarkan sekitar Rp 41 triliun. Dana yang tidak sedikit namun demi mengatasi kemacetan kota Jakarta, harga tersebut worthy.

Semoga setelah tahun 2018, Jakarta bebas dari kemacetan. Hip Hip Horay –hm-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *