Kenapa Kredit Rumah Bukannya Kas?

Singkatan dari kredit rumah yang populer adalah KPR. KPR merupakan layanan dari Lembaga Keuangan yang dikhususkan untuk pembelian rumah tinggal, ruko dan apartemen. Dalam sistem KPR, nasabah pertama harus memberikan uang muka dan kemudian membayar sisanya secara bertahap. Sehingga boleh dibilang KPR membantu orang dalam mendapatkan rumah impiannya walaupun simpanan belum cukup.

Biarpun konsepnya sudah jelas, banyak orang yang bertanya-tanya kenapa harus ambil kredit rumah; bukannya bisa membeli rumah setelah uang tabungan cukup? Masalahnya adalah harga rumah akan terus menerus naik setiap tahunnya. Seandainya rumah A yang diincar dijual dengan harga 500 juta, 1 tahun kemudian harganya bisa naik entah menjadi 510 juta atau lebih. Dengan adanya peningkatan harga yang konsisten, entah kapan baru tabungan benar-benar cukup. Lebih parahnya lagi, ketika uang tabungan sudah cukup ternyata rumahnya sudah terjual.

kredit rumahBila menggunakan kredit rumah dari lembaga keuangan, harga yang dibayar tetap dan tidak akan berubah. Contonnya rumah A dijual dengan harga 500 juta dan Anda menggunakan layanan KPR untuk mendapatkan. Uang muka yang Anda setorkan 100 juta berarti sisa 400 jutanya akan dibayar secara angsur. Dikarenakan ada bunga makan total yang harus dibayarkan misalnya 423 juta. Dari 423 juta itu, nasabah bisa menentukan berapa lama dia akan mengangsur. Seandainya nasabah memilih 4 tahun maka setiap bulannya nasabah harus membayar ke bank sebesar  Rp 8.812.500. Dari awal angsuran hingga akhir, nasabah hanya perlu membayar Rp 8.812.500 perbulannya dan jumlah tersebut tidak akan berkuranga ataupun bertambah terkecuali nasabah melanggar perjanjian pembayaran sehingga terkena penalti.

Sehingga boleh dibilang dengan menggunakan KPR, sudah pasti rumah impian yang diincar akan menjadi milik Anda. Apalagi setelah Anda membayar uang muka kredit rumah, Anda sudah diperbolehkan tinggal di sana. Jadi selama proses angsuran, Anda sudah bisa menikmati rumah yang Anda beli.  Gimana cara main aman dalam menggunakan KPR, berikut tipsnya:

  • Cek bunga KPR dari setiap lembaga keuangan semakin kecil bunganya semakin baik. Bunga KPR setiap bank berbeda-beda. Bunga KPR akan semakin tinggi ketika jangka waktu KPRnya semakin panjang.
  • Persiapkan uang muka 30% dari harga rumah dan pilih biaya angsuran yang tidak lebih besar dari 30% gaji Anda. Perlu diingat, gaji Anda tidak hanya digunakan untuk membayar angsuran saja tetapi juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda sehari-hari.
  • Siapkan uang tunai untuk  uang DP, untuk membayar biaya administrasi yang dikenakan oleh lembaga keuangan serta biaya lainnya seperti asuransi kebakaran untuk rumah baru, biaya balik nama dan lainnya.
  • Setiap kali terima gaji, langsung transfer ke rekening lembaga keuangan untuk pembayaran angsuaran. Atau tidak Anda setor ke bank. Jangan biarkan uang mengendap di rekeni ng karena takutnya habis dipakai untuk keperluan lain.

Semoga artikel kumpulan informas ini membantu. –hm-

4 comments for “Kenapa Kredit Rumah Bukannya Kas?

  1. Februari 5, 2013 at 7:41 am

    ada motivator yg mengajarkan dpt rumah tanpa berhutang. gimana pendapatnya?

    • Heni
      Februari 5, 2013 at 10:01 am

      itu juga bisa :D kalau punya uang yang cukup bisa langsung beli cash. Artikel diatas hanya menjelaskan bila pembeli tidak memiliki uang cash yang cukup. Salam

  2. November 25, 2014 at 11:40 am

    Saya pernah racnnea ambil mobil di dealaer suzuki mampang dengan hitungan bunga 8 % dan deal selanjutnya untuk uang keseriusan/booking mereka minta 1 juta, namun setelah selesai dengan semua tinggal penandatangan surat kredit disitu tercantum bunga 10 % dan semua angka hitungan berbeda dengan perhitungan dan perjanjian awal yang sudah disepakati, selanjutnya mereka menyatakan tidak sanggup kalau dengan bunga 8 %, akhirnya transaksi dibatalkan namun booking fee yang 1 juta tidak mau mereka kembalikan. Ini bagaimana hukumnya?

    • Heni
      Desember 22, 2014 at 4:44 pm

      Disarankan langsung menghubungi orang yang lebih berkuasa seperti superviser atau managernya.

      Dan kedepannya, jangan hanya percaya pada 1 marketing saja. Ada baiknya langsung berbicara pada superviser atau managaer tempat dealer tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *