Istilah dalam Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa memiliki istilah-istilah tersendiri yang mungkin membuat kita bigung. Memang ada beberapa agen asuransi yang berbaik hati untuk menjelaskannya pada kita namun sering kali kita melupakannya lagi setelah dijelaskan. Jadi kita perlu sebuah catatan untuk me-reminder diri kita soalnya Istilah-istilah ini penting terutama bagi kita yang menggunakan layanan asuransi.

Berikut ini istilah-istilah dalam asuransi jiwa yang perlu kita ingat:

  • Asuransi Berjangka (Terasuransi jiwam Insurance) merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan polis asuransi jiwa dengan masa pertanggungan tertentu alias tidak seumur hidup melainkan hanya untuk jangka periode tertentu.
  • Asuransi Berjangka yang Bisa Diperpanjang (Rebewable Term Life Insurance) adalah asuransi yang dapat diperpanjang pada akhir jangka periodenya. Saat perpanjangan, tidak perlu lagi bukti kelayakan asuransi (insurability) namun biasanya harga polis baru akan memiliki premi yang lebih mahal.
  • Asuransi Seumur Hidup (Whole Life Insurance) merupakan nama lain dari asuransi permanen yang memberikan pertanggungan seumur hidup alias hingga tutup usia.
  • Insurabilitas (insurability) adalah bukti kelayakan seseorang apakah dapat diterima oleh perusahaan asuransi atau tidak.
  • Endorsement / Addendum polis merupakan istilah surat / dokumen yang digunakan untuk melakukan perubahan data yang ada di dalam polis yang sudah diterbitkan. Kebanyakan orang menggunakan surat ini karena adanya perubahaan jumlah premi, ahli waris dan tanggal efektif polis.
  • Klaim adalah permintaan atau tuntutan pemegang polis pada perusahaan asuransi mengenai pembayaran manfaat yang sudah diatur dalam polis.
  • Polis adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kontrak atau perjanjian asuransi. Para pemegang atau pemilik polis memiliki kontrak asuransi dengan perusahaan asuransi. Semua ketentuan sudah tertuang dalam kontrak.
  • Premi merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut biaya yang perlu dibayarkan oleh pemegang polis pada perusahaan asuransi. Jumlah uang yang perlu dibayarkan sudah tercantum dalam polis yang telah disetujui oleh ke-2 belah pihak. Agar polis tetap aktif, premi harus dibayar terus menerus hingga periode tertentu yang sudah tercantum dalam polis.
  • Rekanan (Provider) merupakan istilah untuk rekan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan asuransi. Pada umunya yang menjadi rekanan adalah rumah sakit, klinik atau balai pengobatan. Kebanyakan istilah ini digunakan untuk asuransi kesehatan.
  • Tertanggung (Insured) adalah orang atau sekelompok orang yang resikonya dipertanggungkan dalam kontrak asuransi atau tercatat sebagai prmegang polis.

Semoga istilah asuransi khususnya untuk asuransi jiwa ini dapat membantu. Selain asuransi jiwa konvensional, ada produk asuransi lain yang menggunakan Hukum Asuransi Syariah Menurut Islam. Sampai ketemu di artikel informasi asuransi jiwa lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *