Goa tengkorak dan Suku Mekongga

Untuk menunjang kebutuhan wisatawan yang datang serta untuk menarik minat wisatawan agar datang, fasilitas di kota Makassar semakin di lengkapi. Bisa dilihat dari berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh penginapan yang berada di kota ini, salah satunya adalah Singgasana Hotel. Selain itu misteri yang dimiliki beberapa tempat di kota ini juga dapan menarik perhatian wisatawan, salah satunya yaitu goa tengkorak.

gua tengkorakGoa ini berlokasi di Desa Purau, Kolaka Utara Sulawesi Tenggara, dan dinamakan goa tengkorak karena dalam goa ini di temukan banyak sekali tengkorak manusia. Goa ini sangat sulit untuk dijangkau kalangan umum karena berada di pinggir tebing dengan kondisi jalan yang menanjak. Keberadaan goa ini pertama kali terungkap oleh tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013 Subkorwil IX/Kolaka. Diperkirakan ada ribuan tengkorak manusia di dalam goa tersebut, terutama pada mulut goa ini. Tidak hanya terdapat pada mulut goa saja, tengkorak manusia juga tersusun di dinding goa dan terdapat di lantai goa, ada yang tertanam dan ada yang hanya tergeletak begitu saja.

Sampai saat ini goa ini masih menjadi objek penelitian tim Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Universitas Hasanuddin Makassar untuk mengetahui lebih lanjut mengenai keberadaan tengkorak yang ada di goa tersebut. Beredar kabar bahwa goa tersebut pernah menjadi tempat pembantaian atau tempat penguburan massal ketika terjadi serangan wabah penyakit tertentu di permukiman sekitar goa tersebut.

Namun dari hasil penelitian sementara, tim arkeolog asal Universitas Hasanudding memperkirakan bahwa goa tersebut merupakan tempat penguburan masyarakat setempat, yaitu suku Mekongga pada abad ke-14. Hal ini di perkuat dengan penemuan peti mati dengan berbagai ukiran yang diyakini memiliki makna serta hasil pembicaraan dengan masyarakat setempat yang bersuku Merongga yang menyatakan bahwa peti mati dalam goa tersebut adalah soronga (sebutan peti mati masyarakat suku Mekongga).

Suku Mekongga yang merupakan suku asli Kolaka dan Kolaka Utara. Masyarakat suku Mekongga melakukan penguburan dengan cara menggunakan Soronga tersebut. Orang yang meninggal akan dikeringkan terlebih dahulu dalam sebuah upacara sebelum dimasukkan kedalam soronga dan airnya kemudian disimpan dalam sebuah guci yang di dapatkan dari goa. Setelah menjadi tulang belulang, kemudian dimasukkan kedalam soronga bersama guci-guci tersebut. Selain peti mati, di goa tersebut juga ditemukan guci/keramik, manik-manik dan uang logam. Berdasar pada hasil temuan itu, diperkirakan bahwa goa ini merupakan tempat penguburan kaum Bangsawan Suku Mekongga.

sampai di sini dulu artikel informasi Goa Tengkorak dan Suku Mekongga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *