Efek Negatif TV Berlangganan pada Anak

Banyak orang menganggap bahwa TV berlangganan tidaklah baik untuk perkembangan anak. Sudah banyak artikel online maupun offline yang menuliskan efek negatif dari TV berlangganan dan memang tidak bisa dipungkiri bahwa kenyataannya memang begitu. Tetapi bukannya TV juga dapat memberikan pengaruhi positif pada anak? Ya, sebenarnya pengaruh positif dan negatif tergantung dengan cara orang tua menangani masalah ini.

Mencegah Efek Negatif dari TV Berlangganan

Efek TV berlangganan pada anak bisa negatif dan positif tergantu disiplin yang diterapkan orang tua untuk anak. Untuk mencegah efek negatinya, berikut ini beberapa saran yang bisa dilakukan oleh para orang tua:

Kapan Anak Boleh Menonton

anak nonton tv berlanggananBuatlah peraturan kapan anak boleh nonton atau tidak. Pastikan anak tidak duduk diam di depan TV sepanjang hari. Paling maksimal 4 jam sehari waktu anak boleh nonton. Dan di atas jam 8 malam, anak sudah tidak boleh nonton agar tidak menganggu jam tidurnya.

Pastikan dalam membuat jadwal menonton, Anda sudah membuatkan jadwal belajar dan jadwal kapan orang tua akan menghabiskan waktunya bersama anak –anak. Ingat, untuk meningkatkan hubungan anak dan sistem interaksinya; orang tua harus menyediahkan waktu untuk mereka.

Anak hanya Boleh Menonton Film yang Sesuai Dengan Umurnya

Pastikan pas waktu dia boleh nonton, film yang ditanyangkan adalah film yang mendidik. Sangat disarankan untuk menjauhkan anak dari film sinetron, action keras dan sebagainya. Setiap film mempunyai peringkatnya:

  • G (General Audience) = boleh ditonton oleh semua orang yang artinya tidak ada batas umur dan dipastikan film dengan peringkat ini cocok untuk anak – anak.
  • PG (Parental Guidance Suggested) = anak boleh nonton bila ada bimbingan orang tua. Hal ini dikarenkan beberapa bagian / isi film tidak cocok untuk ditonton anak –anak.
  • PG-13 (Parents Strongly Countioned) = peringakatn keras bagi orang tua. Sebagian atau beberapa bagian film tidak cocok untuk anak berusia di bawah 13 tahun.
  • R (Restricted) = terbatas berarti anak dibawah 17 tahun harus ditemanin orang tua atau orang dewasa sebagai pengawas agar mereka tidak meniru adengan di film. Hal ini bisa disebabkan beberapa bagian film tidak cocok di tonton anak di bawah 17 tahun.
  • NC-17 (No One 17 & Under Admitted) = Film ini hanya boleh ditonton orang dewasa dan anak berumur 17 tahun atau di bawahnya dilarang menonton film ini.

Bermain Bersama Teman atau Orang tua

Pastikan ada waktu buah hati akan bermain bersama teman dan orang tuan, bukan hanya nonton. Ajaklah dia melakukan aktifitas yang jauh dari TV seperti bermain peta umpet di rumah, membaca buku cerita bersama, menanan di taman, bermain bersama teman di taman bermain, dan sebagainnya. Jangan biarkan anak terkukung di dalam rumah dan TV.

Jarak Anak dan TV

Agar mata anak tidak rusak, pastikan Anda sudah menentukan jarak maksimal paling dekat antara anak dan TV. Setidaknya jaraknya antar anak dan TV ada 1 ½ meter. Ingat radiasi TV tidak baik untuk mata anak.

Semoga artikel mencegah efek negatif TV berlangganan pada anak. –hm-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *