Berburu Kuliner Pedas di Surabaya

Mengunjungi suatu daerah rasanya akan kurang bila belum mencoba kuliner yang khas, unik, atau terkenalnya. Seperti ketika kita mengunjungi Surabaya. Jangan hanya puas dengan makanan yang disediakan hotel di Surabaya saja, kita juga harus mencoba berbagai kuliner lezat yang ada. Kali ini kita tidak akan membahas kuliner tradisional atau khas Surabaya, namun kuliner unik yang bisa ditemui di Ibukota Jawa Timur ini, yaitu kuliner pedas.

Bagi yang menggemari makanan pedas dan tengah atau akan berniat mengunjungi Surabaya, maka beberapa warung dan restoran yang menawarkan makanan pedas ini wajib dikunjungi. Berikut ini beberapa warung dan restoran yang memiliki menu pedas yang siap membakar lidah kita, yaitu:

Mie Pedas Akhirat (Taman Bungkul)

makanan pedas surabayaRestoran ini terletak di belakang Tamang Bungkul, taman yang paling terkenal di Surabaya. Menu andalan di restoran ini adalah mie ayam yang disajikan dengan sambal super pedas. Pengunjung bisa memilih tingkat kepedasannya mulai dari level 0 yang tidak pedas sama sekali hingga level 10 yang sangat pedas. Setiap satu tingkatan setara dengan 5 buah cabe. Selain menawarkan mie pedas, yang unik dari restoran ini adalah jenis mienya. Ada dua jenis mie yang bisa dipilih, yaitu Mie Surga, yakni mie ayam biasa dan Mie Neraka, yakni mie ayam namun dengan mie berwarna hitam.  Jangan takut dengan warna mie hitam ini, karena warna hitamnya didapat dari warna minyak mangir padi, bukan pewarna buatan.

Ceker Koleng (Klampis Jaya)

Selain pedasnya yang mantap, keunggulan lain dari Ceker Koleng ini adalah tulangnya yang empuk dan bisa disantap. Ini karena cekernya dimasak dengan cara dipresto. Untuk menikmati rasa pedasnya, pengunjung diberikan pilihan level kepedasan mulai dari level 1 yang terdiri dari 5 cabai hingga level 3 yang terdiri dari 25 cabai. Soal harga, ceker ini dibanderol dengan harga yang terjangkai yakni Rp8.000 per porsi.

Mie Pecun (Jalan Anjasmoro dan Jalan Siwalankerto)

Jangan berpikiran negatif dulu mendengar kata nama mie ini, kata Pecun disini berarti “Pedas Bebas Racun”. Berbeda dengan Mie Akhirat yang merupakan mie ayam, mie Pecun ini sebenarnya hanya mie instan biasa namun diracik dengan sambal dan pendamping tambahan, misalnya saja kornet, bakso, dan udang. Nama-nama menu di tempat ini pun mengundang tawa karena sedikit vulgar. Misalnya saja Nasi goreng Mucikari atau Roti Kempit Three Sum. Pilihan level pedasnya pun tidak kalah unik, alih-alih dinamakan dengan angka seperti lainnya, level kepedasannya diberi nama nyeleneh, seperti Pecun Culun (tidak pedas), Semriwing (pedas sedang), Galau (pedas biasa), dan Klimax (super pedas).

Nasi Pedas Warung Klasik (Jalan Pakis Tirtosari)

Rumah makan dengan konsep klasik ini menawarkan masakan khas Bali yang terkenal dengan cita rasa gurih dan pedasnya, salah satunya Nasi Pedas. Nasi pedas ini disajikan dengan lauk pendamping seperti ayam betutu, sate lilit, kulit ayam goreng, kacang teri, dan ayam sisit, urap Balli, dan tidak lupa sambal matah khas Bali yang super pedas. Harganya pun tidak terlalu mahal, cukup Rp15.000 per porsi. Selain makanannya yang lezat, warung ini juga menawarkan suasana klasik dalam warungnya, terlihat dari berbagai pajangan klasik di dalamnya hingga Motor Honda putih tahun 1971 yang dipajang di samping meja tamu.

Bebek Mercon (Jalan Kayun)

Ada dua menu utama bebek mercon, yakni bebek mercon goreng dan bebek mercon oseng-oseng. Bentuk beberk mercon ini tidak jauh berbeda dengan kuliner bebek lainnya, bedanya terletak pada dua mangkuk bumbu berupa sambal pedas yang menyertainya. Selain itu, proses perebusan bebek sebelum digoreng, serta penggorengannya menggunakan bahan dasar air cabai dilengkapi dengan bumbu lainnya. Jadi rasa pedasnya tidak hanya terasa di sambal, namun juga sampai ked aging bebek.

Selamat berburu makanan pedas di Surabaya! (raw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *