Berbagai Penyebab Anak Terlambat Belajar Bicara

Pada umumnya, anak akan mulai Belajar Bicara ketika memasuki usia 7 atau 8 bulan. Meskipun terkadang, kata yang diucapkannya masih terdiri dari satu suku kata, seperti ma, pa, mi, dan sebagainya. Ketika memasuki usia 8 bulan, maka kemampuan anak akan semakin berkembang dengan menyambungkan suku kata tersebut. Seiring dengan perkembangan usianya, maka kemampuannya untuk berbicarapun akan terus semakin meningkat. Namun, ternyata tidak semua anak mengalami hal ini pada usia yang seharusnya. Banyak juga kondisi dimana, anak hanya mengeluarkan satu suku kata hingga usianya 2 tahun. Bahkan, ada yang belum mampu bicara sama sekali pada usia 2 tahun. Meskipun anak mengeluarkan suara, namun suara yang dikeluarkannya tersebut tidak membentuk suatu kata yang berarti.

Kondisi keterlambatan bicara pada anak ini, sering membuat orangtua merasa panik. Apalagi, ketika melihat anak-anak lain dengan usia yang hampir sama sudah mampu untuk berkomunikasi dengan baik. Sebenarnya, masalah ini tidak selalu disebabkan karena ketidaknormalan perkembangan anak, namun bisa juga disebabkan karena faktor lingkungan. Berikut ini, adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan anak mengalami keterlambatan bicara:

Kurang komunikasi

belajar bicaraKetika anak mulai memasuki usia belajar bicara, ada baiknya jika orangtua dan orang disekitarnya sering mengajak anak berkomunikasi secara aktif. Sering-seringlah mengajak anak mengobrol, dan minta anak untuk meresponnya. Bersabarlah ketika anak cukup lama merespon, tetap terus ajak anak berkomunikasi. Komunikasi yang kurang, akan membuat anak menjadi tidak terangsang untuk belajar bicara.

Komunikasi satu arah

Anak yang terlalu sering bermain game atau menonton tv, akan menjadi pendengar aktif namun pasif dalam hal bicara. Jika anak senang menonton tv, sebaiknya ajak anak menonton acara yang mengajak penontonnya untuk ikut beriteraksi. Saat ini, sudah banyak acara anak yang secara aktif mengajak penontonnya untuk aktif bicara dan bergerak.

Dual language

Saat anak masih berlajar bicara, jangan membuatnya bingung dengan mengajarkannya beberapa bahasa sekaligus. Sebaiknya, ajarkan anak bicara bahasa yang akan digunakannya sehari-hari. Dan ketika anak sudah mulai lancar bicara, barulah orangtua bisa mengajarkan anak bahasa yang lain.

Otot yang lemah

Ketika anak mengalami perkembangan otot leher yang tidak normal (lambat), maka akan mempengaruhi kemampuannya berbicara. Karena, untuk dapat berbicara dan memproduksi suara akan dibutuhkan gerakan otot yang cepat.

Masalah perkembangan otak

Terdapat masalah pada sel-sel otak yang mempengaruhi gerak lidah, bibir serta rahang, akan membuat anak merasa kesulitan saat ingin berbicara.

Bagi orangtua yang merasa khawatir terhadap perkembangan anaknya, tidak ada salahnya untuk memeriksakan anak ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Apalagi, jika masalah terlambat bicara ini terjadi hingga anak mencapai usia 5 tahun. Karena, pada umumnya masalah anak terlambat bicara ini akan teratasi ketika anak memasuki usia 2 tahun dan mulai banyak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. (Yv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *