Berbagai Pantangan saat di Bali

Bali terkenal dengan adatnya yang masih sangat terjaga serta bentuk bangunannya yang memiliki ciri khas tersendiri. Bahkan banyak hotel di Bali yang masih tetap mempertahankan suasana dan bentuk bangunan khas Bali meskipun hotel tersebut menggunakan konsep modern.

pantangan di baliSelain adat dan bentuk bangunan, banyak hal-hal yang sangat di percaya oleh masyarakat Bali, mengenai legenda suatu tempat, keberadaan makhluk tertentu atau pantangan melakukan sesuatu. Kepercayaan mengenai pantangan melakukan suatu hal itu tidak hanya berlaku bagi masyarakat Bali saja tapi juga wisatawan yang datang ke Bali. Karena itulah, ada baiknya sebelum mengunjungi pulau ini kita mempelajari beberapa hal mengenai beberapa pantangan di Bali:

Pantangan membawa kekasih ke Tanah Lot

Memang tidak ada kejelasan dari mana asal mitos ini, namun masyarakat Bali sangat percaya bahwa 2 orang kekasih yang datang ke tempat ini semakin lama hubungannya akan semakin merenggang dan akhirnya putus. Namun mitos ini hanya berlaku bagi pasangan yang belum menikah.

Perempuan yang sedang Haid tidak boleh masuk ke tempat suci

Di Bali banyak tempat wisata yang masih tetap di gunakan untuk tempat beribadat. Perempuan yang sedang hamil di larang memasuki tempat-tempat suci agar tempat tersebut tetap terjaga kesuciannya.

Larangan beraktifitas saat Hari Raya Nyepi

Pada saat hari raya Nyepi semua aktifitas di Bali di hentikan. Tidak hanya berlaku bagi masyarakat yang beragama Hindu saja, tetapi hal ini juga berlaku bagi wisatawan yang datang. Jadi jika kalian ingin menikmati semua tempat wisata di Bali ada baiknya jangan datang di saat perayaan hari Nyepi.

Pantangan mengambil sesuatu dari tempat wisata

Banyak benda di tempat wisata yang di sakralkan oleh masyarakat setempat. Kalian di larang untuk menyentuh atau mengambil benda-benda tersebut. Masyarakat yakin jika ada yang melanggar larangan ini maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dilarang bicara Kasar

Tidak hanya benda saja yang di sakralkan, tetapi banyak juga tempat wisata di Bali yang di sakralkan. Masyarakat setempat percaya jika berbicara kasar di tempat wisata maka orang tersebut akan mendapat karma.

Mitos yang beredar di masyarakat boleh kalian percayai atau tidak, tapi ada baiknya kalian tetap mengikuti aturan yang ada di masyarakat. Terutama jika aturan tersebut memang hal yang baik untuk dilakukan, seperti larangan bicara kasar atau larangan mengambil sesuatu dari tempat wisata. Sudah mempelajari pantangan di Bali ini, bisa mulai mencari dan memilih kamar hotel di Bali yang akan disewa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *