Belajar Bicara dan Bersenang-Senang Dengan Anak

belajar bicaraSalah satu hal terpenting dalam perkembangan bayi selain belajar berjalan dan memakan makanan selain ASI adalah ketika ia belajar untuk berbicara. Karena berbicara adalah skill yang hampir tak tergantikan di dalam kehidupan sosial, maka proses belajar bicara pada bayi adalah proses yang sangat penting dalam kehidupan bayi. Proses belajar bicara sudah dimulai sejak bayi lahir, dan akan terus berkembang hingga sang bayi berusia sekitar dua atau tiga tahun.

Berikut ini adalah tahapan-tahapan belajar bicara pada anak dan dilengkapi dengan tips untuk membantu bayi agar dapat lebih mengembangkan kemampuan bicaranya.

  • Dari lahir hingga usia tiga bulan, bayi sudah dapat mendengarkan suara orangtua. Ia akan mengoceh untuk mencoba membuat suara yang dibuat orangtuanya. Pada tahap ini, berbicara dan menyanyi untuk sang bayi dapat membantu dia untuk lebih mengenali suara-suara.
  • Dari usia tiga sampai enam bulan, bayi sudah belajar untuk memperhatikan bagaimana orang-orang disekitarnya berbicara. Pada tahap ini, orangtua dapat mendorong bayi untuk ikut aktif  berbicara. Ini bisa dilakukan dengan mengulangi ocehan sang bayi dan jika ia mencoba untuk menyebutkan apa yang Anda sebutkan, coba ulangi lagi agar dia dapat mendengar lebih jelas.
  • bayi berbicaraKetika anak sudah berusia enam sampai sembilan bulan, bayi akan mulai membuat suara-suara seperti “mama” atau “papa”. Pada saat ini, bayi sudah dapat diajari untuk membalas pertanyaan sederhana, seperti menanyakan “Itu siapa?” pada saat anak berdiri di depan cermin atau “Di mana papa?”
  • Menjelang satu tahun, anak akan mulai mengerti kata-kata sederhana. Anak usia sembilan bulan hingga satu tahun akan mulai menggunakan gestur untuk mengekspresikan keinginannya, seperti contohnya dia akan mengangkat tangannya ketika ingin digendong. Kemampuan bicara akan dapat lebih dikembangkan dengan berbicara mengenai hal-hal di sekitar sang anak.
  • Sekitar usia setahun hingga 15 bulan, anak akan mulai menggunakan kata-kata sederhana. Ia akan mengetahui beberapa kata dan dapat memahami permintaan-permintaan sederhana seperti ketika diminta mainannya. Bertanya kepada anak mengenai gambar-gambar di buku dapat membantu perkembangan bicara anak.
  • Di antara usia 15 hingga 18 bulan, anak akan terus membangun kosakatanya dan akan menggunakan gestur-gestur yang lebih rumit, seperti  mengajak Anda ke rak buku untuk membaca. Kemampuan bicara pada saat ini akan lebih dikembangkan dengan terus mengajak anak bicara, baik itu bertanya tentang aktivitas sehari-hari, bermain dengan berpura-pura, atau dengan menambahkan apa yang sang anak katakan.
  • Menjelang usia dua tahun, anak akan dapat menyambung-nyambungkan kata menjadi kalimat sederhana dan mengikuti instruksi. Untuk mengembangkan ini, anak dapat diminta untuk membantu Anda melakukan hal-hal sederhana seperti mengambilkan mainan atau menempatkan gelas di meja. Membacakan cerita kepada anak juga akan sangat membantu.
  • Di antara usia dua sampai tiga tahun, kemampuan berbahasa anak akan meningkat drastis pada saat ia bisa mengatakan kalimat-kalimat sederhana, mulai dapat mengekspresikan ide-idenya, dan menjawab pertanyaan yang lebih rumit. Sekarang, anak dapat diajari untuk menyebutkan nama lengkapnya, ditanyai dengan pertanyaan terbuka, dan diajari bentuk dan jumlah.

Komunikasi yang terjalin baik antara orangtua dan anak akan sangat berperan penting dalam membantu proses belajar bicara anak. Karena itulah, jika kedua orangtuanya bekerja akan memberikan dampak psikologi pada anak yang sering ditinggal sehingga menyebabkan anak terlambat belajar berbicara. Namun, hal ini dapat teratasi dengan perhatian dan kasih sayang dari orang yang berada disekitar anak, terutama pengganti ibu selama ibu bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *