Apresiasi Karya Tulis Asma Nadia

Bagi para pembaca novel Surga yang Tak Dirindukan, pastinya sudah pernah mendengar nama Asmarani Rosalba, sang penulis novel Surga yang Tak Dirindukan. Mungkin lebih banyak orang mengenalnya dengan nama Asma Nadia. Novel Surga yang Tak Dirindukan yang diterbitkan pada bulan Juni 2014 oleh AsmaNadia Publishing House merupakan republish dari novel Istana Kedua dari penulis yang sama. Apa yang membedakan novel Surga yang Tak Dirindukan dan novel Istana Kedua? Judul, cover dan ada sedikit penambahan cerita pada novel terbitan terbaru.

Pada awal bulan Mei 2015, sudah tersiar kabar bahwa MD Picture akan mengeluarkan film Surga yang Tak Dirindukan. Bahkan Ibu Asma sudah membocorkan siapa pemainnnya. Adaptasi film Surga yang Tak Dirindukan ini menambah deretan apresiasi akan karya tulis ibu Asma.

Novel Karya Ibu Asma yang Diadaptasi menjadi Film

Asma NadiaFilm Surga yang Tak Dirindukan sedang dalam proses produksi. Film ini merupakan film adaptasi dari novel ibu Asma. Film dan Novelnya bertemakan poligami. Tentu masyrakat Indonesia sudah tidak asing dengan film Indonesia bertema poligami. Namun tidak berarti film ini akan membosankan karena ibu Asma tidak hanya menceritakan sudut padang poligami dari satu sisi saja tetapi juga dari suami, istri yang dimadu dan istri ke-2. Pastinya film ini akan membuka mata penonton mengenai poligami.

Selain novel Surga yang Tak Dirindukan yang diadaptasi menjadi film dengan sutradara Kuntz Agus, beberapa karya tulis ibu Asma juga sudah pernah diadptasi menjadi film ataupun sinetron, seperti:

  • Novel Jendela Rala diadaptasi menjadi Film dengan judul Rumah Tanpa Jendela. Film ini dirilis ke pasaran pada tanggal 24 Februari 2011. Sutradara film ini adalah Aditya Gumay.
  • Karya nonfiksi Catatan Hati Seorang Istri diadaptasi menjadi sinetron dengan judul yang sama. Sinetron ini ditayangkan di RCTI. Sinetron ini mulai ditanyangkan pada tanggal 9 Juni 2014. Sutradara sinetron ini adalah Maruli Ara.
  • Novel Aisyah Putri diadaptasi menjadi sinetron dengan judul Aisyah Putri The Series: Jilbab in Love. Sinetron ini ditayangkan di RCTI. Sutradara dari sinetron ini adalah Desiana Larasati.

Penghargaan untuk Karya Ibu Asma

  • Novel Dialog Dua Layar mendapatkan penghargaan Adikarya IKAPI 2002
  • Novel Rembulan di Mata Ibu mendapatkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional
  • Kumpulan Cerpen dengan judul Cinta Tak Pernah Menari mendapatkan penghargaan Pena Award
  • Novel Derai Sunyi mendapatkan penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA)
  • Novel 101 Dating: Jo dan Kas mendapatkan Adikarya IKAPI 2005

Banyaknya apresiasi ini menunjukan bahwa karya tulis ibu Asma memang patut diperhitungkan.

2 comments for “Apresiasi Karya Tulis Asma Nadia

  1. dini sonia
    September 1, 2015 at 11:42 pm

    Mau tanya kelebihan dan kelemahan novel 101 Dating itu apa?
    Terima kasih

    • Heni
      Mei 10, 2016 at 2:40 pm

      Coba baca deh, setiap orang punya penilaian yang berbeda-beda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *