Apa Bedanya Asuransi Jiwa Syariah dan Asuransi Jiwa Biasa?

 

asuransi jiwa syariah

image source: NewsCrane

Asuransi jiwa Syariah, ehm dari namanya saja asuransi ini bisa dibilang berbeda dengan asuransi jiwa biasa yang umumnya disebut dengan nama asuransi jiwa konvensional. Namun selain nama tentu saja asuransi jiwa Syariah dan asuransi konvensional memiliki perbedaan lain. Bukan hanya 1 atau dua namun ada 7 perbedaan berdasarkan website Dosen Ekonomi. Apa saja? Berikut ini daftar 7 perbedaan antara asuransi jiwa Syariah dan asuransi jiwa konvensional:

  1. Asuransi jiwa Syariah merupakan asuransi dengan operasional dan sistem pengolaan keuanggan yang berlandasan syariat islam (Al-quran dan hadist). Jadi dalam proses pengelolaan keuangannya ada haram dan halal bukannya riba / bunga.
  2. Jika asuransi jiwa konvensional menggunakan sistem saling menanggung (nasabah dan perusahaan saling menanggung dalam operasional serta pengelolaan dana) sedangkan asuransi jiwa Syariah menggunakan sistem tolong menolong. Apa maksudnya tolong menolong? Tidak ada sistem menguntungkan salah satu pihak, dalam sistem ini nasabah saling membantu nasabah lain yang membutuhkan dalam hal ini adalah dana.
  3. Sistem pembukuan finansial dalam asuransi jiwa Syariah adalah pembukuan terbuka alias transparan sehingga nasabah tahu alur keuangan atau pembukuan dananya. Sedangkan kebanyakan asuransi jiwa konvensional memiliki pembukuan yang tertutup.
  4. Terdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang mengawasi perusahaan asuransi Syariah untuk memastikan tidak ada penyelewengan baik soal menajemen atau pengelolaan keuangan. Klo asuransi konvensional tidak memiliki dewan pengawas khusus dan asuransi ini hanya mengikuti hokum yang berlaku di negara tersebut.
  5. Wajib membayar zakat dari hasil keuntungan merupakan salah satu ketentuan yang diterapkan perusahaan asuransi Syariah pada nasabahnya sedangkan perusahaan asuransi konvensional tidak ada sama sekali peraturan ini. Perusahaan asuransi konvensional menyerahkan sepenuhnya kembali kepada nasabah.
  6. Bagi nasabah asuransi Syariah untuk produk apa saja, penarikan dana bisa dilakukan tanpa perlu takut dana hangus. Kecuali dana nasabah masih terlalu kecil dan berniat untuk tabarru.
  7. Sistem bagi hasil di mana keuntungan dari investasi akan dibagikan bagi setiap nasabah dan perusahaan berdasarkan persentase yang sudah disetujui dari awal. Tentu saja hal ini sangat berbeda dengan asuransi konvensional di mana keuntungan semuanya milik perusahaan.

Nah itu tadi perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional, semoga bisa mencerahkan Anda. -hm-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *